ACEH JAYA – Musim panen selalu menjadi momen sibuk bagi para petani, terutama ketika hasil panen harus segera ditangani agar tidak rusak. Di Desa Gampong Baro, Kecamatan Teunom, Senin (04/05/2026), aktivitas menjemur padi tampak berlangsung sejak pagi hari. Di tengah kesibukan tersebut, kehadiran aparat teritorial justru menjadi bagian dari solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Babinsa Koramil 06/Teunom Kodim 0114/Aceh Jaya, Serka Samsul Hadi, bersama Babinsa Posramil Pasi Raya, Sertu Hasan Basri, turun langsung membantu para petani menjemur padi hasil panen. Mereka tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi ikut terlibat dalam pekerjaan, mulai dari menghamparkan padi hingga membaliknya agar cepat kering di bawah sinar matahari.
Pemandangan seperti ini bukan hal baru di wilayah pedesaan, namun tetap memiliki makna yang kuat. Di saat petani membutuhkan tenaga tambahan, kehadiran Babinsa menjadi bentuk kepedulian yang nyata. Apalagi dalam proses pascapanen, waktu menjadi faktor penting. Padi yang terlambat dikeringkan berisiko mengalami kerusakan, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan harga jual.
Di lapangan, para petani tampak bekerja dengan lebih ringan karena adanya bantuan tambahan. Aktivitas yang biasanya memakan waktu lebih lama kini dapat diselesaikan lebih cepat. Suasana kerja pun terasa lebih hidup, dengan interaksi yang terjalin secara alami antara Babinsa dan warga.
Menjemur padi mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki peran krusial dalam rantai produksi pertanian. Proses ini bertujuan untuk menurunkan kadar air pada gabah agar tidak mudah berjamur saat disimpan. Jika kadar air terlalu tinggi, kualitas beras yang dihasilkan bisa menurun, bahkan berpotensi tidak layak jual.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri. Terkadang matahari bersinar terik, namun tidak jarang hujan datang secara tiba-tiba. Dalam situasi seperti ini, petani harus sigap memanfaatkan waktu yang ada. Bantuan tenaga menjadi sangat berarti untuk mempercepat proses penjemuran.
Sertu Hasan Basri menyampaikan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah. Namun lebih dari itu, kegiatan seperti ini juga menjadi cara untuk memahami langsung kondisi yang dihadapi warga, khususnya para petani.
“Kalau kita turun langsung, kita tahu apa yang mereka rasakan. Jadi bukan hanya mendengar, tapi ikut merasakan,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Bagi para petani di Desa Gampong Baro, dukungan seperti ini memberikan dampak yang cukup besar. Tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat bahwa mereka tidak bekerja sendirian. Ada kepedulian dari pihak lain yang turut memperhatikan kondisi mereka.
Salah satu petani mengaku bahwa proses panen memang menjadi waktu yang paling melelahkan. Selain memanen, mereka juga harus segera mengurus pengeringan agar hasil tidak rusak. Dengan adanya bantuan dari Babinsa, pekerjaan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
Kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Tidak hanya antarwarga, tetapi juga melibatkan aparat yang menjadi bagian dari kehidupan sosial di desa. Kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dalam konteks yang lebih luas, peran Babinsa dalam mendukung sektor pertanian menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan. Ketika petani mampu menghasilkan produk dengan kualitas baik, maka pasokan pangan di masyarakat juga akan terjaga.
Pendampingan langsung di lapangan seperti ini juga membuka ruang komunikasi yang lebih efektif. Petani dapat menyampaikan kendala yang dihadapi, mulai dari cuaca, hasil panen, hingga distribusi. Informasi ini menjadi penting untuk mendukung langkah-langkah pembinaan ke depan.
Menjelang siang, padi yang dijemur mulai tampak mengering. Proses yang dilakukan bersama-sama membuahkan hasil yang terlihat nyata. Wajah lelah para petani pun terbayar dengan kepuasan melihat hasil kerja yang semakin mendekati tahap akhir.
Apa yang terjadi di Desa Gampong Baro menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana bisa membawa dampak besar. Kehadiran Babinsa bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, kebersamaan menjadi kunci utama. Ketika semua pihak saling mendukung, pekerjaan yang berat pun terasa lebih ringan.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang menjemur padi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan. Dari sawah dan halaman sederhana di desa, semangat gotong royong terus hidup dan menjadi fondasi penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.(0114).
