Bengkulu – Industri kreatif berbasis kearifan lokal di Provinsi Bengkulu menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berinovasi dengan mengedepankan tradisi. Salah satu yang mencolok adalah ChaCha Mentari Batik, yang berfokus pada promosi dan penjualan Batik Kaganga khas daerah.
Batik Kaganga adalah batik tradisional yang berasal dari Rejang Lebong, Bengkulu. Istilah “Kaganga” diambil dari aksara kuno yang digunakan oleh masyarakat Rejang dalam penulisan naskah kebudayaan, hukum, dan sastra. Aksara tersebut menjadi sumber inspirasi utama dalam desain batik, menjadikan kain ini sebagai simbol identitas budaya yang kaya akan makna.
Keunikan ChaCha Mentari Batik terletak pada penggunaan aksara Kaganga sebagai elemen utama dalam desainnya. Aksara tersebut ditata secara artistik, mencerminkan filosofi hidup masyarakat Rejang dan kebanggaan akan warisan nenek moyang.
Motif batik juga diolah dengan menghadirkan unsur alam khas Bengkulu, seperti bunga rafflesia arnoldii, cengkeh, kopi, hingga ikan mas. Perpaduan elemen ini melahirkan desain yang tak hanya memiliki daya tarik visual, tetapi juga memperlihatkan kekayaan alam daerah. Produksi Batik ChaCha Mentari tetap menggunakan teknik tradisional, meskipun inovasi seperti kombinasi teknik cap diperkenalkan untuk menarik perhatian konsumen masa kini.
