Kotawaringin Timur – Di tengah lahan Dusun Tandang, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, terjalin kolaborasi yang sangat baik antara anggota Kodim 1015/Sampit, personel Yonif TP 923/Mentaya, dan masyarakat sekitar. Pada Jumat, 17 April 2026, pembangunan Jembatan Garuda mencapai fase krusial dengan pemasangan papan gelagar lantai jembatan gantung serta perakitan besi dinding pengaman.
Setiap langkah pekerja menunjukkan keterampilan dan dedikasi tanpa henti. Penggalian lubang pondasi untuk cakar ayam dilakukan dengan sangat teliti, karena bagian ini akan menjadi basis yang menopang lalu lintas kendaraan dan aktivitas masyarakat di masa mendatang.
“Kami bekerja dengan penuh komitmen; setiap lubang pondasi untuk cakar ayam dibuat dengan akurasi dan sesuai ukuran. Ini adalah bentuk kontribusi kami untuk kemajuan Dusun Tandang,” ungkap salah satu personel Yonif TP 923/Mentaya yang terlibat dalam proyek tersebut.
Dukungan dari masyarakat Dusun Tandang sangat berarti dalam mempercepat proses pembangunan. Banyak dari mereka yang secara sukarela membantu mengangkut material, membersihkan area kerja, serta memberikan dukungan moral kepada para pekerja.
“Kami melihat langsung betapa kerasnya mereka bekerja untuk kita. Oleh karena itu, kami juga ingin berkontribusi apa pun yang bisa kami lakukan,” kata seorang warga Dusun Tandang yang aktif membantu dalam pembangunan.
Komandan Kodim 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, menjelaskan bahwa tahap ini merupakan momen penting yang menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda dilakukan sesuai dengan standar konstruksi nasional demi memastikan kualitas dan keamanan jangka panjang.
“Kerjasama antara TNI dan masyarakat yang bekerja tanpa lelah adalah modal utama dalam menyelesaikan proyek ini. Jembatan Garuda bukan sekadar struktur baja dan beton, tetapi juga simbol kerjasama yang kuat antara TNI dan rakyat,” tegasnya.
