Aceh Tamiang – Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (19/01/2026).
Puluhan prajurit Yonif 115/Macan Leuser kembali terjun langsung membersihkan sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang. Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan layak.
Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong, serta dibantu alat berat berupa ekskavator. Para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah.
Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi berat tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari pembersihan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Aceh Tamiang.(Pr012).
