Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung, bersama Forkopimda dan pihak terkait, terus berupaya menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri Tahun 1447 Hijriyah, yang jatuh pada tahun 2026. Langkah-langkah tersebut terlihat dalam kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Camat Nusa Penida pada Rabu (04/03/26).
Kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Klungkung I Made Satria, dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Kabankesbangpol, Danramil dan Kapolsek Nusa Penida, Camat Nusa Penida, serta sejumlah tokoh masyarakat dan petugas imigrasi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyampaikan bahwa Pemkab Klungkung telah mengambil langkah pengamanan yang strategis, mengingat perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berdekatan dengan aktivitas puasa dan takbiran.
“Toleransi yang sudah terjalin sejak zaman kerajaan hingga kini di Klungkung menjadi landasan. Namun, dengan bersamaan datangnya kedua hari besar ini, perlu ada upaya antisipasi untuk menghindari potensi kerawanan,” ujar Bupati Satria.
Sementara itu, Danramil 1610-04/Nusa Penida Mayor Inf Suparno Hadi menegaskan bahwa Nusa Penida relatif aman, dan pihaknya siap berkolaborasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk menjaga ketertiban. Menurutnya, sosialisasi mengenai aturan selama kedua hari raya sangat penting agar masyarakat memahami apa yang diperbolehkan dan dilarang, guna menghindari miskomunikasi yang dapat memicu kerawanan.
Kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan, toleransi, dan keamanan antar umat beragama selama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, serta mencegah potensi konflik sosial dan pelanggaran dalam kegiatan ibadah dan sosial di masyarakat.
