Benahe, TTS – Semangat nasionalisme kembali dikuatkan dari sudut desa. Babinsa Desa Benahe, Kopda Melky Bureni, mengambil inisiatif dengan mengajak generasi muda di RT 04/RW 02 Dusun Benahe, Kecamatan Koknaun, untuk mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap tanah air.
Kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas biasa; ia merupakan gerakan moral yang memiliki makna mendalam. Di tengah modernisasi yang sering kali melemahkan nilai kebangsaan, Kopda Melky hadir dengan pendekatan inovatif dan humanis, berusaha menyentuh hati para pemuda melalui komunikasi langsung, keteladanan, dan semangat kebersamaan.
Dengan antusiasme yang tinggi, para pemuda desa mengikuti himbauan tersebut. Mereka tidak hanya memasang bendera di rumah masing-masing, tetapi juga mulai memahami makna di balik warna Merah Putih—yaitu pengorbanan, persatuan, dan harapan bangsa.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh. Mengibarkan bendera adalah langkah sederhana dengan makna yang besar bagi persatuan bangsa,” ujar Kopda Melky Bureni.
Pendekatan inovatif yang dilakukan oleh Babinsa ini dinilai berhasil, karena mampu membangun kedekatan emosional dengan generasi muda. Kegiatan ini tidak bersifat memaksa, melainkan mengajak mereka untuk memiliki kesadaran yang tumbuh dari dalam diri sendiri.
Dandim 1621/TTS, Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menilai bahwa peran Babinsa sangat strategis dalam membina karakter generasi muda di wilayahnya. “Langkah yang diambil Kopda Melky Bureni merupakan contoh nyata peran Babinsa sebagai penggerak di masyarakat. Ini bukan hanya soal mengibarkan bendera, tetapi juga membangun kesadaran nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” tegas Dandim.
Gerakan sederhana dari Dusun Benahe ini menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tidak akan padam. Justru dari desa-desa, nilai-nilai luhur itu terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
