Bandung – Pada Selasa, 24 Februari 2026, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan Taman Merdeka Kodam III/Siliwangi yang terletak di Makodam III/Siliwangi, Jl. Aceh No. 69, Kota Bandung. Acara ini sekaligus menjadi momen bagi Kasad untuk menyampaikan pentingnya semangat pengabdian, integritas, dan profesionalisme kepada prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kodam III/Siliwangi.
Didampingi oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Kasad menegaskan bahwa Taman Merdeka menjadi simbol komitmen Kodam III/Siliwangi dalam menyediakan ruang terbuka yang asri dan representatif, yang diharapkan dapat mendukung pembinaan moral, kebersamaan, serta memperkuat solidaritas di kalangan keluarga besar Siliwangi.
Sebanyak 1.100 personel, termasuk prajurit, PNS, dan anggota Persit, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, sementara 13.100 personel lainnya mengikuti secara daring dari 54 titik satuan. Totalnya, 14.200 personel mendengarkan pengarahan dari Kasad pada siang hari itu.
Dalam acara tersebut, Kasad juga mendapat penghargaan sebagai Warga Kehormatan Masyarakat Sunda, yang menandakan penguatan hubungan emosional antara pimpinan TNI AD dan masyarakat Jawa Barat. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada prajurit berprestasi, dan tali asih diserahkan kepada enam panti asuhan di Kota Bandung sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kasad mengapresiasi kinerja prajurit Kodam III/Siliwangi yang berhasil menjaga kepercayaan publik terhadap TNI AD yang telah konsisten di atas 90 persen. Ia menekankan pentingnya TNI AD untuk aktif di tengah masyarakat melalui program-program nyata, termasuk penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, dan dukungan kepada warga yang membutuhkan.
Dalam arahan selanjutnya, Kasad mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik prajurit, mendorong pola hidup sehat dan olahraga rutin. Di bidang kesejahteraan, ia menyampaikan rencana perbaikan pengelolaan Tabungan Wajib Perumahan (TWP), renovasi rumah prajurit, dan penyelesaian hak-hak anggota secara bertahap. “Jangan pernah pesimis. Semua program telah direncanakan secara bertahap. Yang utama adalah kita bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan menjauhi pelanggaran yang dapat merugikan institusi,” tegas Kasad.
