Dukungan TNI pada Program Dapur MBG di Kampung Wanbakon oleh Pos Serambakon Satgas Swasembada Yonif 751/VJS

Wanbakon, Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang — Pos Serambakon dari Satgas Swasembada Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) melaksanakan kegiatan anjangsana ke Kampung Wanbakon untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Kegiatan ini diadakan pada Jumat, 20 Maret 2026, dengan tujuan memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat serta mempercepat penyediaan fasilitas yang mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak di daerah perbatasan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Pos Serambakon berkolaborasi dengan perangkat kampung dan tokoh masyarakat untuk merencanakan pembangunan Dapur MBG, termasuk menentukan lokasi dan kebutuhan pendukung yang diperlukan. Selain itu, para prajurit turut serta dalam kegiatan gotong royong, seperti membersihkan area, menata lingkungan, serta mempersiapkan material yang diperlukan sesuai dengan kemampuan di lapangan.

Danpos Serambakon, Letda Inf Ilham Putra, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bersifat humanis. TNI hadir untuk mendukung program pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Dapur MBG ini diharapkan dapat menjadi solusi pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak. Kami akan mendampingi agar pembangunan berlangsung lancar dan tepat sasaran,” katanya.

Masyarakat Kampung Wanbakon menyambut baik dan mengapresiasi keterlibatan Pos Serambakon dalam kegiatan ini. Mereka berharap agar Dapur MBG segera terwujud, sehingga program makan bergizi dapat berjalan secara optimal dan berdampak positif terhadap kesehatan serta semangat belajar anak-anak di wilayah tersebut.

Melalui anjangsana dan dukungan pembangunan Dapur MBG ini, Pos Serambakon Satgas Swasembada Yonif 751/VJS menunjukkan komitmen TNI untuk tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberi manfaat nyata, memperkuat kemanunggalan TNI-rakyat, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *