ACEH JAYA – Peran aparat kewilayahan TNI Angkatan Darat tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh pembinaan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Babinsa Koramil 06/Teunom dan Pos Ramil Pasi Raya Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu Arapik bersama Kopka Ardika, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan seorang pengrajin gagang parang di Desa Padang Kleng, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama H. Salam, warga setempat yang menekuni usaha pembuatan gagang parang tradisional sebagai mata pencaharian sekaligus bagian dari kerajinan lokal masyarakat.
Dalam kegiatan komunikasi sosial tersebut, Babinsa berdialog langsung dengan pengrajin mengenai proses produksi, pemasaran hasil kerajinan, hingga kondisi usaha yang dijalankan masyarakat di wilayah binaan.
Sertu Arapik menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi warga.
Menurutnya, usaha kerajinan tradisional seperti pembuatan gagang parang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami berharap para pengrajin lokal tetap semangat mengembangkan usaha karena selain membantu ekonomi keluarga, kerajinan seperti ini juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi kepada pelaku usaha, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Kopka Ardika menambahkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah pedesaan.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan komunikasi sosial bertujuan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi dan perkembangan situasi di wilayah secara langsung.
Di tengah perkembangan modernisasi, usaha kerajinan tradisional masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi lokal apabila terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Selain menjadi sumber penghasilan masyarakat, kerajinan lokal juga memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perubahan zaman.
Dalam konteks ketahanan wilayah, penguatan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil dan kerajinan lokal turut berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan kesejahteraan warga.
Karena itu, pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran aparat kewilayahan dalam mendukung pembangunan daerah dari tingkat desa.
Masyarakat Desa Padang Kleng menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Babinsa karena dinilai mampu mempererat hubungan antara TNI dan warga.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas masyarakat juga memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi warga untuk terus mengembangkan usaha dan menjaga kekompakan lingkungan.
Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan komunikasi sosial tersebut menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Melalui pendekatan humanis dan dialog langsung dengan masyarakat, Babinsa diharapkan mampu terus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung ketahanan wilayah dan pembangunan nasional.
Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat di Kecamatan Teunom.(0114).
