Babinsa Teunom Bersama Warga Patroli Wilayah Rawan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan di Musim Hujan

ACEH JAYA – Saat curah hujan mulai meningkat, kekhawatiran masyarakat terhadap potensi banjir kembali muncul, terutama di daerah yang selama ini dikenal rawan genangan. Di Desa Tanoh Anou, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, langkah antisipasi dilakukan lebih awal melalui patroli bersama yang melibatkan aparat kewilayahan dan warga setempat.

Pada Sabtu (25/4/2026), Babinsa dari Koramil 06/Teunom dan Pos Ramil Pasi Raya Kodim 0114/Aceh Jaya, yakni Kopka Farid dan Kopda Baihaqi, turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi terdampak banjir. Mereka tidak sendiri, kegiatan tersebut juga melibatkan warga setempat, di antaranya Mukhsin dan Fajri, yang turut mendampingi patroli di wilayah desa.

Patroli ini menyasar area-area yang selama ini menjadi langganan genangan air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Dengan menyusuri aliran sungai kecil, parit, hingga drainase di sekitar pemukiman warga, Babinsa bersama masyarakat memastikan bahwa kondisi lingkungan masih dalam batas aman.

Di beberapa titik, mereka terlihat berhenti untuk mengecek langsung aliran air. Kondisi saluran yang tersumbat atau tertutup material menjadi perhatian utama, karena dapat mempercepat terjadinya luapan air saat hujan deras. Pemeriksaan ini dilakukan secara teliti agar potensi masalah bisa segera diketahui sejak awal.

Selain pemantauan fisik, Babinsa juga aktif berinteraksi dengan warga yang ditemui di sepanjang patroli. Imbauan untuk tetap waspada terus disampaikan, terutama kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai atau daerah rendah yang rawan tergenang.

Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat formal, melainkan lebih kepada komunikasi langsung yang mudah dipahami oleh masyarakat. Hal ini membuat pesan yang disampaikan lebih cepat diterima dan diharapkan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan patroli seperti ini menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini terhadap potensi bencana alam. Dengan turun langsung ke lapangan, aparat kewilayahan dapat mengetahui kondisi riil di lingkungan masyarakat, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Di wilayah Kecamatan Teunom, banjir bukanlah hal yang asing bagi sebagian warga. Ketika hujan turun dalam durasi panjang, beberapa titik kerap mengalami genangan yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Selain melakukan pengecekan saluran air, patroli juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara aparat dan masyarakat. Dalam kondisi darurat, kerja sama yang baik menjadi kunci utama dalam melakukan penanganan, termasuk jika diperlukan evakuasi warga.

Kopka Farid dan Kopda Baihaqi juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan banjir. Warga diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air yang mencurigakan.

Keterlibatan warga seperti Mukhsin dan Fajri dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan mulai tumbuh. Partisipasi aktif dari warga menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan bencana di tingkat desa.

Di sisi lain, patroli ini juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu menunjukkan bahwa aparat selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Langkah-langkah sederhana seperti pengecekan drainase dan pemantauan sungai mungkin terlihat sepele, namun memiliki dampak besar dalam mencegah terjadinya bencana. Dengan mengetahui kondisi sejak awal, tindakan penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sampah yang dibuang sembarangan, misalnya, dapat menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air yang berujung pada banjir. Oleh karena itu, kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan.

Selama patroli berlangsung, situasi di Desa Tanoh Anou terpantau aman dan terkendali. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi hal utama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara berkala, terutama pada musim hujan. Dengan langkah yang konsisten, risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Apa yang dilakukan Babinsa bersama warga di Desa Tanoh Anou ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Ketika aparat dan masyarakat berjalan seiring, upaya menjaga keselamatan bersama akan menjadi lebih kuat.

Kesiapsiagaan bukan hanya soal tindakan saat bencana terjadi, tetapi juga tentang langkah-langkah kecil yang dilakukan jauh sebelumnya. Dari patroli sederhana inilah, harapan untuk lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana terus dibangun.(0114).