Babinsa Bebalang Berpartisipasi dalam Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026

Bangli – Dalam upaya mendukung pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali, Babinsa dari Kelurahan Bebalang, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Kopda I Nengah Sudarma, turut serta dalam acara Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Acara ini mengusung tema “Atma Kerthi – Udiana Purwaning Jiwa” dan dibuka secara resmi oleh Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana, S.STP, di Wantilan Jabe Pura Puseh Bale Agung, Desa Adat Bebalang, pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Bangli, Kapolsek Bangli, Lurah Bebalang, Bendesa Adat Bebalang, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Selain itu, turut hadir para Kepala Lingkungan, Kepala Sekolah dari SD Negeri 1, 2, dan 3 Bebalang, serta Bali Bilingual School, tim juri, dan peserta lomba.

Dalam sambutannya, Camat Bangli menekankan pentingnya Bulan Bahasa Bali sebagai momen untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya Bali yang merupakan warisan leluhur. “Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk mencintai dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya Bali dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Rangkaian acara terdiri dari berbagai lomba, seperti Nyurat Aksara Bali, Mesatwa Bali, Bebanyolan Bali, dan Pidarta Bahasa Bali, yang diikuti oleh peserta dari berbagai tingkat, termasuk SD, Yowana, dan PKK. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari semua peserta.

Kopda I Nengah Sudarma menyatakan bahwa kehadirannya mencerminkan dukungan TNI AD dalam melestarikan adat dan budaya daerah. “Harapannya, generasi muda semakin bangga menggunakan bahasa Bali dan menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur,” tuturnya. Sementara itu, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, menekankan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat. “Kodim 1626/Bangli akan selalu mendukung kegiatan positif yang melibatkan pelestarian adat, budaya, dan bahasa daerah sebagai identitas bangsa,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat kewilayahan, pemerintah, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *