Personel Babinsa dari Koramil 1431-02/Kabaena bahu-membahu bersama puluhan warga Desa Lamonggi dalam upaya menjinakkan si jago merah di Gunung Katopi, Kamis (3/9/2026). Peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini bermula sejak petang dan baru bisa sepenuhnya dikendalikan menjelang tengah malam sekitar pukul 23.55 Wita. Kerja keras tim gabungan tersebut difokuskan untuk mencegah dampak yang lebih luas pada ekosistem setempat.
Berdasarkan data di lapangan, titik api terdeteksi pada koordinat 5,201242° LS dan 121,913176° BT dengan luas area terdampak mencapai tiga hektare. Beruntung, insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka di pihak petugas dan masyarakat. Meskipun luas lahan yang terbakar cukup signifikan, respons cepat dari tim di lapangan berhasil meminimalisir risiko yang lebih besar.
Kendala utama yang dihadapi oleh tim adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran yang berada jauh di tengah hutan. Mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api, sehingga metode pemadaman manual menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia. Sebanyak empat personel Babinsa memimpin pergerakan warga untuk memutus rantai penyebaran api dengan peralatan seadanya.
Faktor cuaca ekstrem berupa panas dan kondisi vegetasi yang kering diduga menjadi pemicu utama kebakaran, yang kemungkinan diperburuk oleh kelalaian manusia seperti puntung rokok. Setelah api padam, koordinasi intensif terus dilakukan antar instansi untuk memantau situasi secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan di wilayah Kecamatan Kabaena Tengah.
