Guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda wilayah Kutai Timur, Kasiter Brigif TP 32/Mangkalihat, Kapten Cke Tommy Wibisono, hadir dalam agenda sosialisasi dan pelatihan khusus. Acara ini berlangsung di Kantor Kecamatan Bengalon pada Selasa (01/09/2026) sebagai bentuk langkah preventif menghadapi musim kemarau. Kehadiran perwakilan TNI ini menegaskan peran aktif militer dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk perwakilan BPBD Kutai Timur, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur pimpinan kecamatan. Selain instansi pemerintah, petugas pemadam kebakaran dan para relawan kebencanaan juga ikut berpartisipasi untuk menyamakan persepsi di lapangan. Kolaborasi ini dianggap krusial mengingat luasnya area lahan yang rawan terbakar di wilayah Bengalon.
Danbrigif TP 32/Mangkalihat, Kolonel Agus Salim Tuo, menyatakan bahwa keterlibatan satuannya merupakan bentuk nyata komitmen terhadap pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Hal ini menjadi prioritas utama satuan demi mencegah dampak buruk asap bagi kesehatan dan ekosistem.
Dalam keterangannya, pihak Brigif menegaskan kesiapan mereka dalam mengirimkan personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista) jika terjadi keadaan darurat. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan respon cepat dan koordinasi yang lebih solid antar lembaga. Penanganan yang terstruktur dipercaya dapat meminimalisir penyebaran api sebelum meluas lebih jauh.
