LAMONGAN — Pagi hari ini, Desa Tlemang dipenuhi suasana hangat dan semangat kebersamaan. Suara riuh tawa masyarakat menciptakan harmoni yang luar biasa, menggambarkan momen berbeda bagi Bapak Bayu, pemuda berusia 21 tahun dan juga warga setempat. Hari ini menandai awal dari sebuah perubahan yang signifikan dalam hidupnya.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 menjadi jembatan harapan baru, dimulai dengan ketukan semen pertama yang menandakan dimulainya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Bayu. Proses ini resmi dimulai dengan sebuah tanda simbolis yang menggambarkan semangat dan kerja sama dari berbagai pihak.
Dalam prosesi peletakan batu pertama, hadir Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 bersama jajaran Forkopimda dan Forkopimcam, serta Kepala Desa Tlemang. Kehadiran mereka tidak hanya simbolis, tetapi menjadi lambang kehadiran negara dan dukungan TNI bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bayu, pada usia 21 tahun, menghadapi tantangan tinggal di kondisi rumah yang tidak layak. Namun, hari ini, di Tlemang, harapan baru hadir berkat perhatian dan dukungan nyata dari berbagai pihak. Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa rehabilitasi ini bukan hanya sekedar fisik, tetapi juga memulihkan martabat dan harapan generasi muda.
