ACEH JAYA – Aparat kewilayahan Kodim 0114/Aceh Jaya terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat melalui kegiatan pengecekan pasar dan harga sembako di wilayah Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat tetap terjaga. Pemantauan pasar juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras premium tercatat berada pada kisaran Rp233.000 per sak. Minyak goreng dijual dengan harga Rp23.000 per kilogram, sedangkan gula pasir bertahan di angka Rp20.000 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam tercatat Rp50.000 per papan dan tepung terigu merek Segitiga Biru dijual Rp13.000 per kilogram. Untuk komoditas hortikultura, bawang merah berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, tomat Rp28.000 per kilogram, sedangkan cabai merah dan cabai rawit masing-masing dijual Rp50.000 per kilogram.
Pemantauan harga sembako dilakukan secara langsung dengan mendatangi pasar serta berkomunikasi dengan pedagang guna memperoleh informasi mengenai kondisi stok dan perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait stabilitas harga pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari warga.
Selain mencatat perkembangan harga, aparat juga memantau kelancaran distribusi bahan pokok untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak mengalami hambatan. Stabilitas distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan barang dan mencegah lonjakan harga di pasaran.
Dalam perspektif ketahanan nasional, ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang relatif stabil merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan wilayah. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan aparat kewilayahan sangat diperlukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Pemantauan pasar secara rutin juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antara aparat dan masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan pedagang maupun konsumen, berbagai informasi terkait kondisi ekonomi di tingkat akar rumput dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan apabila terjadi perubahan signifikan.
Masyarakat menyambut baik kegiatan pemantauan tersebut karena menunjukkan perhatian terhadap kondisi kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan utama warga. Kehadiran aparat di tengah aktivitas pasar juga memberikan rasa aman dan memperkuat hubungan antara TNI dengan masyarakat.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kecamatan Jaya tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik serta mendukung ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.(0114).
