ACEH JAYA – Upaya menjaga stabilitas lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana alam terus dilakukan aparat kewilayahan TNI AD di wilayah Kabupaten Aceh Jaya. Babinsa Koramil 04/Krueng Sabee Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu Kusmono, melaksanakan peninjauan aliran sungai di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Krueng Sabee, Kamis (07/05/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman banjir.
Kegiatan peninjauan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan meningkatnya debit air sungai, terutama pada kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan luapan air. Kehadiran Babinsa di lapangan juga menjadi bagian dari respon cepat aparat kewilayahan dalam memastikan situasi di wilayah binaan tetap dalam keadaan aman dan terkendali.
Dalam pelaksanaannya, Sertu Kusmono turut berkoordinasi dengan aparat desa serta masyarakat setempat untuk memantau kondisi aliran sungai secara langsung. Ia juga memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim hujan yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan air.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar aliran sungai. Hal ini dinilai penting guna mencegah terjadinya penyumbatan akibat sampah atau material lain yang dapat menghambat aliran air dan memperbesar potensi luapan sungai saat intensitas hujan meningkat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh Babinsa dalam rangka memantau kondisi wilayah binaan secara berkelanjutan. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kondisi sosial dan lingkungan masyarakat di wilayah tugas.
Dari perspektif pertahanan wilayah, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah. Gangguan lingkungan seperti banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga dapat menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, upaya mitigasi dini menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara berkesinambungan.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pemantauan lingkungan menunjukkan peran aktif TNI dalam mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana. Pendekatan ini menjadi bagian dari sistem pertahanan semesta, di mana TNI, pemerintah, dan masyarakat saling bersinergi dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah.
Desa Ranto Panyang sebagai wilayah binaan Koramil 04/Krueng Sabee memiliki karakteristik lingkungan yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada sektor aliran sungai yang berpotensi mengalami peningkatan debit air pada musim hujan. Dengan adanya pemantauan langsung di lapangan, diharapkan setiap potensi gangguan dapat terdeteksi lebih awal sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan.
Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan bencana. Budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan terus ditingkatkan agar risiko bencana dapat diminimalisir secara bersama-sama.
Kegiatan peninjauan sungai ini juga memperkuat komunikasi antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaan. Interaksi langsung di lapangan memberikan ruang koordinasi yang lebih efektif dalam menyampaikan informasi dan imbauan terkait kondisi lingkungan secara real time.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan situasi wilayah Kecamatan Krueng Sabee, khususnya Desa Ranto Panyang, tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Upaya preventif yang dilakukan secara rutin oleh Babinsa menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya ketahanan wilayah yang tangguh terhadap potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat secara normal.(0114).
