Antrean BBM di SPBU Keutapang Tertib, Babinsa Aceh Jaya Bantu Pengamanan dan Penyaluran Lebih Teratur

ACEH JAYA – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, pada Rabu (06/05/2026) terlihat cukup padat sejak pagi hari. Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya ketersediaan BBM, terutama jenis biosolar, yang membuat antrean kendaraan mengular dan membutuhkan pengaturan lebih tertib di lapangan.

Untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi penumpukan yang tidak terkendali, anggota Koramil 04/Krueng Sabee, Serda J.A. Selian bersama Koptu Juni, melaksanakan pengamanan dan penertiban langsung di lokasi SPBU.

Sejak aktivitas pengisian dimulai, petugas Babinsa tampak membantu mengatur arus kendaraan yang datang. Mereka memastikan antrean berjalan tertib, tidak saling mendahului, serta memberikan arahan kepada pengendara agar tetap sabar menunggu giliran pengisian.

Kondisi keterbatasan stok BBM, khususnya biosolar, membuat kebutuhan pengaturan di lapangan menjadi semakin penting. Tanpa pengawasan, antrean berpotensi menimbulkan kerumunan yang tidak teratur, bahkan bisa memicu gesekan antar pengguna kendaraan.

Kehadiran Babinsa di tengah situasi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Antrean yang sebelumnya terlihat padat mulai tertata dengan lebih rapi. Pengendara juga merasa lebih tenang karena proses pengisian berlangsung dengan pengawasan yang jelas.

Serda J.A. Selian menyampaikan bahwa pengamanan ini dilakukan untuk membantu kelancaran distribusi BBM di tingkat SPBU, sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan tertib dan adil sesuai aturan yang berlaku.

“Yang penting antrean tertib, tidak saling mendahului, dan semua kebagian sesuai giliran,” ujarnya di sela kegiatan.

Koptu Juni juga menambahkan bahwa kondisi keterbatasan stok memang membutuhkan kesabaran dari masyarakat. Oleh karena itu, pengaturan di lapangan menjadi penting agar tidak terjadi kekacauan atau penumpukan kendaraan yang berlebihan.

Di lokasi, terlihat para pengendara mulai memahami kondisi tersebut. Meskipun harus menunggu lebih lama dari biasanya, mereka tetap mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban selama proses pengisian berlangsung.

Beberapa warga mengaku bahwa kehadiran Babinsa sangat membantu, terutama dalam menjaga suasana tetap kondusif di tengah antrean panjang. Dengan adanya pengaturan, proses pengisian BBM menjadi lebih teratur dan tidak menimbulkan kepanikan di antara pengguna kendaraan.

Keterbatasan stok BBM, khususnya biosolar, memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan. Kondisi ini membuat pengelolaan distribusi di lapangan perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Selain membantu pengaturan antrean, Babinsa juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain selama proses pengisian berlangsung.

SPBU Keutapang sendiri menjadi salah satu titik penting distribusi BBM di wilayah Krueng Sabee. Karena itu, ketika terjadi peningkatan permintaan atau keterbatasan pasokan, pengaturan di lokasi menjadi hal yang sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran pelayanan.

Menjelang siang, situasi di SPBU mulai berangsur lebih terkendali. Antrean kendaraan tetap berjalan, namun sudah lebih tertata dan tidak lagi menumpuk secara tidak teratur. Proses pengisian berlangsung lebih lancar dengan pengawasan yang tetap dilakukan oleh petugas di lapangan.

Kegiatan pengamanan ini menunjukkan bahwa kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tetapi juga membantu kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk dalam situasi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti BBM.

Dari SPBU Desa Keutapang, terlihat bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan situasi yang lebih tertib meskipun di tengah keterbatasan. Kesabaran dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci agar kondisi tetap aman dan terkendali.(0114).