Proses Anyaman Besi Jembatan Garuda di Desa Tukang Langit Makin Solid dengan Gotong Royong TNI dan Warga

Kotawaringin Timur – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Tukang Langit, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur, menunjukkan perkembangan yang positif. Saat ini, proyek telah memasuki tahap penganyaman besi sebagai kerangka utama sebelum pengecoran. Pada Minggu (19/04/2026), suasana di lokasi sangat dinamis dengan keterlibatan aktif Danposramil Telaga Antang dari Kodim 1015/Sampit bersama dengan warga setempat yang melakukan kerja gotong royong.

Penganyaman besi merupakan tahapan krusial yang memengaruhi kekuatan dan keandalan struktur jembatan. Para pekerja dan warga dengan seksama merangkai besi tulangan satu per satu, memastikan setiap sambungan terpasang dengan kokoh dan memenuhi standar teknis yang ditentukan. Semangat kebersamaan terlihat jelas di setiap langkah pekerjaan, mencerminkan niat kuat untuk menciptakan infrastruktur yang aman dan tahan lama bagi masyarakat.

Serma Ahmad Zairosi, Danposramil Telaga Antang, tetap aktif terlibat dalam proses pembangunan. Ia tidak hanya memberikan motivasi dan arahan, tetapi juga turut membantu secara langsung, mulai dari menyusun pola anyaman hingga memastikan posis besi sesuai desain. Kehadirannya memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan desa yang berdampak positif bagi kesejahteraan warga.

Warga Desa Tukang Langit juga menunjukkan antusiasme yang tinggi, bergiliran datang untuk membantu sesuai jadwal yang telah disepakati. Salah satu warga yang aktif berpartisipasi mengungkapkan kebanggaan dapat terlibat dalam pembangunan jembatan yang dinanti-nanti oleh seluruh masyarakat desa. Ia menjelaskan, “Kami berharap jembatan ini segera selesai karena sangat penting untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke pasar, sekolah, dan tempat kerja. Jembatan ini juga akan mendukung peningkatan perekonomian warga dengan mempermudah distribusi hasil pertanian dan usaha lokal.”

Dengan kolaborasi yang kuat antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat selesai tepat waktu. Jembatan ini tidak hanya merupakan struktur fisik yang menghubungkan wilayah, tetapi juga simbol nilai gotong royong dan kebersamaan dalam membangun masa depan desa yang lebih baik. Proses penganyaman besi menjadi bukti nyata bahwa kerjasama antara TNI dan masyarakat mampu mewujudkan hal besar, di mana setiap rangkaian besi yang dipasang tidak hanya memperkuat jembatan, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan antar warga.