Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Maya Jaya Kini Masuki Tahap Pengecoran

Kodim Poso melaporkan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Maya Jaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah mencapai tahap krusial yaitu pengecoran pondasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, dan melibatkan anggota TNI dari Kodim 1307/Poso serta masyarakat setempat.

Jembatan Gantung Garuda dirancang dengan panjang 30 meter dan lebar 1,2 meter, melintasi Sungai Tinelala. Keberadaan jembatan ini sangat penting sebagai penghubung antara Desa Maya Jaya dan Desa Bangun Jaya, diharapkan dapat mengatasi permasalahan akses masyarakat, terutama saat musim hujan ketika aliran sungai meningkat.

Saat ini, fokus pekerjaan terletak pada pengecoran sumur pondasi pylon di tepi dekat. Langkah ini menjadi kritis untuk menentukan kekuatan struktural jembatan yang akan menopang keseluruhannya. Proses pengecoran dilakukan dengan cermat, memperhitungkan kondisi tanah dan keselamatan kerja guna memastikan kualitas dan daya tahan jembatan di masa mendatang.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi pendorong utama dalam mempercepat pembangunan dan menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Serda Olmax, Babinsa Koramil 1307-11/Pamona Selatan, aktif dalam pengawasan dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan di lokasi. Ia menegaskan pentingnya setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tetap mengutamakan keselamatan.

Masyarakat Desa Maya Jaya dan Desa Bangun Jaya menyambut positif proyek ini, berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, mendukung ekonomi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, Jembatan Gantung Garuda di Kecamatan Pamona Selatan diharapkan segera rampung, menjadikannya infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Poso.