Manggarai Timur — Pembangunan di desa tidak hanya berlangsung, tetapi juga tetap menghormati nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Hal ini tercermin dalam prosesi adat penggusuran lahan di Desa Bangka Masa, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, yang dilaksanakan pada Senin (30/3/2026).
Pada acara tersebut, anggota Koramil 1612-03/Borong, Sertu Marsel Sarong, hadir bersama pemerintah desa, tokoh adat, dan pihak kontraktor, sebagai bentuk dukungan untuk kelancaran pembangunan dan menjaga keharmonisan antara masyarakat, adat, dan pemerintah.
Prosesi adat berlangsung dengan penuh khidmat dan dipimpin oleh para Tua Gendang dari beberapa kampung adat, termasuk Gendang Rama Ledalecu Tiwu, Gendang Lebat Waso Wae Nara, dan Gendang Lebat Waso Wae Weta. Ritual ini dilakukan sebagai penghormatan kepada leluhur serta untuk memohon restu agar pembangunan berjalan lancar tanpa kendala.
Kepala Desa Bangka Masa dan perangkat desa juga tampak menyaksikan jalannya prosesi tersebut. Kontraktor proyek, Nedi Hartono, turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan adat sebelum dimulainya pekerjaan pembangunan.
Sertu Marsel Sarong menjelaskan bahwa kehadiran aparat teritorial dalam kegiatan masyarakat adalah bagian dari tugas mereka dalam pembinaan wilayah, sekaligus memastikan setiap proses pembangunan aman dan didukung masyarakat. “Kehadiran kami sebagai Babinsa adalah untuk mendampingi masyarakat dalam setiap aktivitas, termasuk kegiatan adat,” ucapnya.
Nedi Hartono, kontraktor pelaksana proyek, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan tokoh adat yang mendukung pelaksanaan pembangunan melalui prosesi ini. “Kami menghargai tradisi adat yang ada di Desa Bangka Masa dan berharap pembangunan proyek KDKMP dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dengan dilaksanakannya prosesi adat ini, masyarakat Desa Bangka Masa berharap pembangunan proyek KDKMP dapat segera dimulai dan membawa dampak positif bagi kemajuan desa serta kesejahteraan warga.
