Lombok Barat, NTB — Setelah 30 tahun menunggu, masyarakat akhirnya melihat harapan mereka terwujud. Pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Karang Bongkot dan Desa Suka Makmur di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram resmi dimulai. Acara peletakan batu pertama dilakukan secara virtual melalui Video Conference (Vicon) pada Senin, 30 Maret 2026.
Kegiatan ini dipusatkan di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, dipimpin oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana, dihadiri oleh Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti, Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, serta unsur Forkopimda Lombok Barat dan masyarakat setempat.
Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi menyatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional TNI AD yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Menurutnya, proyek ini akan mempermudah akses masyarakat, meningkatkan mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, Danrem 162/Wira Bhakti, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan jembatan. “Jembatan ini adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Kepala Desa Karang Bongkot, Muldan, S.H., menuturkan bahwa rencana pembangunan jembatan ini sudah ada sejak tahun 1996. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Suka Makmur, H. Selamet, yang menekankan pentingnya jembatan untuk kebutuhan hidup warga.
Asisten III Administrasi Umum Kabupaten Lombok Barat, Fauzan Husniadi, menyambut baik proyek ini, menekankan bahwa jembatan akan memangkas jarak tempuh dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di dua kecamatan, Labuapi dan Gerung. Dandim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han), menambahkan bahwa proyek ini melibatkan gotong royong antara TNI dan masyarakat dengan target penyelesaian selama ±30 hari, sehingga jembatan ini segera dapat dimanfaatkan oleh sekitar 659 Kepala Keluarga di sekitarnya.
Acara peletakan batu pertama berlangsung lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan, menjadikan Jembatan Garuda bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kemanunggalan TNI dan rakyat.
