Sinergi TNI dan Tradisi Adat di Pura Ulun Danu Batur

Bangli – Korem 163/Wira Satya melaksanakan kegiatan Karya Bakti atau Ngayah di Pura Ulun Danu Batur, terkait dengan Karya Ngusaba Kedasa Tahun 2026 pada Kamis (26/3/2026). Acara ini dipimpin oleh Ida I Dewa Agung Hadi Saputra dan dihadiri oleh sekitar 350 personel TNI serta PNS dari Korem 163/WSA dan Kodim setempat.

Di antara yang hadir, terdapat Dandim 1611/Badung I Putu Tangkas Wiratawan, Dandim 1626/Bangli I Gede Arya Girinatha Utama, dan Kasdim 1626/Bangli I Dewa Gede Yudawan, bersama dengan prajuru adat dan pengempon pura seperti Jro Gede Batur Duuran dan Jero Penyarikan Duuran Batur.

Kegiatan dimulai dengan kedatangan Danrem yang disambut oleh pengempon pura, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Utama Mandala yang dipimpin oleh Jro Mangku. Dalam pengarahan, Danrem mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan kegiatan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Jero Penyarikan Duuran mengungkapkan apresiasi kepada semua yang hadir, menegaskan bahwa acara ini sebagai wujud sraddha bhakti serta sarana memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga warisan adat dan budaya di Bali.

Danrem 163/Wira Satya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian adat dan tempat suci umat Hindu, serta menekankan perlunya menjaga sopan santun dan aturan adat di kawasan pura. Dandim 1626/Bangli juga menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang memiliki nilai spiritual dan mempererat hubungan antara TNI, prajuru adat, dan masyarakat.

Kegiatan karya bakti mencakup berbagai aktivitas seperti pembuatan katik sate, menghias bale, dan membersihkan area jeroan pura, serta pengangkutan bambu. Rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur berlangsung dari 20 Maret hingga 12 April 2026, dengan puncaknya pada 2 April 2026, bertepatan dengan Purnama Sasih Kedasa. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai tradisi yang memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga budaya serta keharmonisan beragama di Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *