Pembangunan Jembatan Beton Tahap IV Dimulai Serentak, Pangdam II/Sriwijaya Ingatkan Standar Kualitas

Kodam II/Sriwijaya telah resmi memulai pembangunan infrastruktur strategis dengan melakukan ground breaking Jembatan Beton Tahap IV di seluruh wilayahnya pada Kamis, 26 Maret 2026. Inisiatif ini mencerminkan komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pembangunan regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di area binaan.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., yang berlangsung di Jalan Taqwa Mata Merah, Lrg. Sei Putat, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Kehadiran para pimpinan Kodam di lokasi ini menandai dimulainya pekerjaan fisik jembatan yang telah lama dinanti oleh masyarakat setempat sebagai akses utama mobilitas.

Dalam tahap IV ini, Kodam II/Sriwijaya menargetkan pembangunan sebanyak 20 unit jembatan beton yang akan tersebar di berbagai titik di seluruh wilayahnya. Proyek ini merupakan lanjutan dari program pengabdian TNI yang bertujuan untuk menyediakan sarana transportasi yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama acara, Pangdam II/Sriwijaya juga melaksanakan Video Conference (Vicon) dengan jajaran di berbagai daerah. Melalui komunikasi daring ini, Pangdam memastikan kesiapan personel dan material di setiap wilayah serta menerima aspirasi dari warga yang merasa terbantu dengan proyek pembangunan jembatan ini.

Mayjen TNI Ujang Darwis menekankan pentingnya kualitas dan efisiensi dalam pelaksanaan proyek. Ia berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan, sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat.

Setelah meresmikan proyek, Pangdam melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Peninjauan ini bertujuan memastikan bahwa titik pembangunan telah melalui kajian yang tepat dan memberikan dampak positif bagi mobilitas warga, sekaligus menegaskan peran TNI dalam mendukung masyarakat di tengah tantangan yang dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *