Bombana — Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, S.H, secara resmi membuka Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Lameroro, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (06/03/2026). Sekitar 85 peserta yang terdiri dari personel TNI dan siswa dari berbagai sekolah di daerah Bombana ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Upacara pembukaan dilaksanakan dengan khidmat, di mana Dandim 1431/Bombana bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kapten Inf Syafaruddin menjabat sebagai Perwira Upacara dan Letda Inf Iwan Salasi menjabat sebagai Komandan Upacara. Para peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib, menandakan dimulainya rangkaian kegiatan Persami KKRI di Kodim 1431/Bombana.
Dalam upacara tersebut, hadir juga Mayor Arm Bambang Wardiyanto sebagai Kasdim 1431/Bombana, dan Kapten Inf Nyoman Admika sebagai Pasi Ops Kodim 1431/Bombana, serta dua pelatih Pramuka, Kharisman, S.Pd dan Haris Ismail, S.Pd, yang mendampingi peserta selama kegiatan.
Dalam sambutannya, Letkol Arm Mulyadi mengajak semua peserta untuk bersyukur atas kesempatan mengikuti Persami KKRI dalam keadaan sehat. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. “Persami bukan sekadar berkumpul dan berkemah, tetapi merupakan tempat untuk membentuk disiplin, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan,” ujar Letkol Mulyadi.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, generasi muda harus dilengkapi dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemampuan bekerja sama. Melalui Persami, peserta juga belajar menghargai perbedaan dan memimpin kelompok dalam menghadapi tantangan bersama. Dandim 1431/Bombana berharap semua peserta menjalani kegiatan ini dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab, serta menjadikan pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Di akhir amanat, Dandim juga mengingatkan panitia dan pihak terkait untuk mengutamakan faktor keamanan dalam penyelenggaraan kegiatan, agar seluruh rangkaian dapat berjalan dengan aman dan prinsip zero accident dapat tercapai.
