Pesawaran — Di sudut Desa Kubu Batu, suasana pagi dipenuhi oleh suara truk yang mengantarkan material pembangunan. Split, pasir, dan semen diturunkan satu demi satu, mengakibatkan debu beterbangan di udara. Warga dan prajurit sedang bersiap untuk mendirikan pondasi water station di lokasi sumur bor yang diprakarsai oleh Bapak Jamingan.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang diselenggarakan oleh Kodim 0421/Lampung Selatan tidak hanya memberikan dampak fisik, tetapi juga menghidupkan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.
Bapak Jamingan, yang berdiri tidak jauh dari lokasi pembangunan, mengungkapkan harapannya. Ketika ditanya mengenai makna proyek ini, ia menghela napas sebelum menjawab, “Jika air ini dapat mengalir dengan baik, kami tidak perlu lagi menempuh jarak jauh saat musim kemarau. Anak-anak akan lebih mudah bersekolah tanpa harus bangun pagi untuk mencari air.”
Seorang anggota satgas yang terlibat dalam proyek tersebut menjawab, “Kami di sini bukan hanya membangun fondasi, tetapi juga masa depan.”
Material terus didrop, karung semen disusun dengan rapi, sementara split menjadi dasar pondasi yang kuat. Di bawah sinar matahari yang terik, prajurit TNI dan warga bekerja sama tanpa batasan. Keringat mengucur, tetapi tidak ada yang mengeluh.
“Semoga ini menjadi berkah bagi kampung kami,” ungkap Bapak Jamingan dengan suara bergetar, menahan haru. Di lokasi ini, pondasi water station akan segera berdiri, membawa harapan baru yang lebih dari sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.
Hari itu di Desa Kubu Batu bukan hanya tentang penurunan material, melainkan hari dimana harapan mulai dibangun melalui semen pengabdian. Dari pondasi tersebut, kehidupan baru akan segera terwujud.
