Hari Ketiga TMMD ke-127: Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Infrastruktur di Pesawaran

Pesawaran – Kebersamaan antara TNI dan masyarakat semakin terlihat jelas pada hari ketiga pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026. Progres pembangunan fisik menunjukkan kemajuan yang signifikan, sebagai refleksi kerja keras dan sinergi di lapangan.

Pembangunan jalan rabat beton, yang merupakan akses penting bagi warga, mencapai sekitar 90 meter. Sementara itu, pembangunan talud untuk mencegah longsor juga berkembang pesat, dengan capaian sekitar 130 meter. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD dan masyarakat, mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tak hanya infrastruktur jalan, program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga terus berjalan. Lima unit rumah penerima manfaat telah memasuki tahap pembongkaran dan pemasangan pondasi. Para penerima bantuan menyatakan rasa syukur dan berharap pembangunan rumah selesai sebelum Hari Raya Idulfitri, agar dapat merayakan Lebaran dalam kondisi yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), yang dikenal sebagai “Bapak Air”, juga menjadi fokus dalam TMMD kali ini. Pembangunan sumur bor telah dimulai di beberapa titik di Desa Tanjung Rejo dan Desa Kubu Batu, dengan progres pengeboran dan penyetelan peralatan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

TMMD ke-127 secara resmi dibuka pada 10 Februari 2026 di Lapangan Desa Gunung Sari oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Forkopimda, DPRD, dan perangkat daerah lainnya. TMMD tahun ini menargetkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter, talud sepanjang 540 meter, lima unit RTLH, serta lima titik sumur bor.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-127 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh kehidupan masyarakat, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, penyuluhan hukum, pelatihan di bidang peternakan dan perikanan, serta pelayanan kesehatan gratis. Pelaksanaan TMMD ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga penutupan kegiatan pada 11 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *