BABINSA AMANKAN UPACARA KEAGAMAAN DI PENGLIPURAN

Bangli – Dalam upaya menciptakan kondisi aman bagi masyarakat, Babinsa Kelurahan Kubu dari Koramil 1626-01/Bangli, Serma Wayan Sujana, melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh Desa Adat Bayung Gede menuju Pura Penataran yang terletak di Desa Adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, pada Kamis (22/10/26).

Acara keagamaan tersebut merupakan bagian dari serangkaian karya/piodalan di Pura Desa Adat Bayung Gede, dan dihadiri oleh sekitar 1.000 warga dari kedua desa adat. Kehadiran Babinsa memiliki tujuan penting, yaitu memastikan setiap rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa kendala, serta menjaga situasi keamanan di tengah masyarakat selama upacara berlangsung.

Serma Wayan Sujana menjelaskan bahwa aksi pengamanan ini menjadi bagian essential dari tugas mereka dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama pada kegiatan adat dan keagamaan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat.

“Dengan pengamanan ini, kami berharap upacara keagamaan dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Kami juga mengajak semua krama yang hadir untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati dalam nilai-nilai kebersamaan dan toleransi,” katanya.

Salah satu warga yang hadir menyatakan terima kasih atas kehadiran Babinsa dalam pengamanan. Ia mengungkapkan rasa syukur karena kehadiran Babinsa memberikan rasa tenang dan nyaman bagi mereka yang mengikuti upacara keagamaan.

“Kami berterima kasih kepada Babinsa yang telah menjaga keamanan, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan keagamaan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Di tempat lain, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., menyebutkan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan adat dan keagamaan adalah bentuk konkret dari komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

“Keterlibatan kami dalam upacara adat menunjukkan tugas TNI dalam membantu menjaga keamanan dan menciptakan situasi kondusif. Kami menginstruksikan seluruh Babinsa untuk aktif berkomunikasi dengan prajuru adat dan masyarakat agar setiap kegiatan berjalan aman dan tertib,” tambah Dandim.

Dandim juga menekankan bahwa kerja sama antara TNI, prajuru adat, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah. Dengan kepedulian bersama, kegiatan keagamaan dan tradisi yang merupakan bagian dari masyarakat Bali dapat berjalan dengan baik.